Yusril Sadar Dirinya Tak Punya Suara Untuk Menjadi Cawapres Prabowo

POSTKETIGA.com – Partai Bulan Bintang (PBB) beberapa waktu yang lalu menyodorkan nama ketua umumnya, Yusril Ihza Mahendra, sebagai cawapres pendamping Prabowo. Akan tetapi hal itu sepertinya disadari oleh Yusril terkait kekuatannya dalam mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Yusril menyadari jika dirinya tak punya suara yang kuat untuk menyokong modal Prabowo dalam Pilpres nanti.

“Ya itu baru wacana yang berkembang di publik dan pengamat politik yang sebagian politisi juga. Tapi saya sendiri tidak begitu aktif dalam masalah pencalonan presiden dan wakilnya. Karena saya menyadari bahwa partai saya tidak punya perwakilan kalau didasarkan pada Pemilu 2014, ” ujar Yusril seperti dikutip dari laman detikcom.

Pada Pemilu 2014 PBB hanya mampu meraih 1,46 persen suara sah nasional, sementara parliamentary threshold sebesar 3,5 persen. Sehingga hasil dari Pemilu 2014, PBB tidak berhak memiliki kursi di DPR RI.

Meski saat ini PBB tidak bisa mengusung capresnya sendiri, namun Yusril pun optimis jika pada Pemilu 2019 nanti partainya akan memperoleh suara maksimal. Sehingga dengan begitu PBB bisa mempertimbangkan pengusungan capres dari partainya sendiri.

baca juga: PBB Inginkan Yusril Jadi Cawapresnya Prabowo?

Berdasarkan UU Pemilu, partai atau gabungan partai setidaknya harus memiliki total kursi di DPR minimal 20 persen sebagai ambang batas capres atau 25 persen suara partai di Pemilu 2014.

Menurut Yusril, saat ini untuk pencalonan seorang presiden dan wakilnya selain berdasarkan perolehan suara sah secara nasional, juga lebih banyak pertimbangan politik dan faktor elektabilitas seseorang.

Di sisi lain Yusril juga menilai munculnya nama dia untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2019, adalah karena komunikasi politik yang baik antara partainya dan Gerindra. Dan Yusril pun menilai bahwa Prabowo akan mempertimbangkan background dan elektabilitas dari nama-nama tokoh yang akan menjadi cawapresnya.

“Jadi saya menyadari bahwa ada peran partai yang selama ini sudah bekerja sama baik dengan Gerindra yang pikirannya mendapatkan keutamaan. Dibandingkan dengan saya yang tidak punya perwakilan di DPR sekarang ini,” tutur Yusril.

Yusril juga turut menyampaikan jika Prabowo pasti telah mempertimbangkan seorang cawapresnya yang akan mendongkrak elektabilitas Prabowo. Sehingga jika tidak bisa mendongkrak, justru malah menurunkan maka hal itu tidak ada gunanya. Yusril pun mengaitkan hal itu dengan partai politiknya.

baca juga: Cak Imin Berhasrat Ingin Jadi Cawapres Jokowi, PPP: Boleh, Tapi Jangan Sampai Maksa!

Sebelumnya melalui Ketua Pemenangan Presiden PBB, Sukmo Harsono, nama Yusril Ihza Mahendra disodorkan untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. Sukmo juga menjamin jika Gerindra menerima Yusril sebagai cawapresnya, ia siap memaparkan dukungan riil dari para ulama dan pondok se-Pulau Jawa.

(post/yaz)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: