Waspada! Biasanya Uang Palsu Marak Beredar Menjelang Ramadhan

POSTKETIGA.COM – Menjelang bualan suci Ramadhan yang semakin dekat, biasanya kebutuhan konsumsi dan gaya hidup masyarakat Indonesia mengalami peningkatan. Pelaku usaha pun akan bergairah seiring dengan kebutuhan hidup masyarakat yang semakin tinggi.

Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelaku usaha, namun masyarakat Indonesia harus berhati-hati. Belajar dari sejarah pengalaman sebelumnya menjelang datangnya bulan Ramadhan akan banyak uang palsu yang beredar ditengah-tengah masyarakat.

Oleh sebab itu Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu misalnya, mengajak semua pihak khususnya masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, apalagi akan memasuki bulan suci Ramadhan yang notabene masyarakat lebih konsumtif.

Sementara itu, melansir laman Anatara, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra di Bengkulu, Selasa, menyebutkan, tidak hanya Ramadhan, saat ini di Kota Bengkulu juga sedang ada gelaran Pilkada 2018 dan juga ada agenda besar masyarakat lainnya yakni tahun ajaran baru.

Hal tersebut berpeluang bagi oknum untuk menyebarkan uang palsu, disaat tingkat konsumsi melonjak, artinya transaksi meningkat, oleh karena itu perlu hati-hati. Hal tersebut bukan hanya untuk masyarakat bengkulu saja, namun juga masyarakat sekuruh Indonesia, sebab kedepannya dinamikanya hampir sama.

Seperti kejadian pada Senin baru-baru ini, Kepolisian Bengkulu berhasil membekuk enam orang tersangka pembuat dan pengedar uang palsu, dari tangan tersangka diamankan uang palsu. Jika dinilai nominalnya dalam bentuk rupiah maka akan mencapai Rp73 juta.

Secara mudah sebenarnya masyarakat bisa mengecek keaslian uang yaitu dengan cara 3D atau yang jamak dikenal dengan dilihat, diraba dan diterawang. Uang yang asli menurut Endang memiliki kualitas cetak yang sangat baik, jika diraba terasa kasar, dan disertakan dengan tanda air serta benang pengaman.

Selain itu juga bisa dengan cara mengenali rupiah lainnya seperti gambar tersembunyi, tekstur, perubahan warna, fitur pelangi, ultra violet dan rectoverso. Masyarakat juga bisa memastikan keaslian rupiah dengan menggunakan peralatan tambahan seperti menyediakan lampu ultra violet untuk keperluan transaksi.

Jika mau aman, Bank Indonesia mengajak semua pihak untuk beralih menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi. Cara ini tentu dapat menekan kerugian akibat peredaran uang palsu atau kriminal vandalisme. (Jy-78)

Jangan Miskin Informasi, Baca Ini Juga :

Kemendag Jamin Stok dan Harga Beras Aman Saat Ramadhan

Bulan Puasa Sudah Dekat, Harga Telur Mulai Meroket

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: