Ulasan Pertandingan Liverpool vs AS Roma: Skor 5-2, Harapan Roma Masih Ada

POSTKETIGA.com – Leg pertama babak final Liga Champions musim ini, Liverpool berhasil melumpuhkan pergerakan Serigala Roma dengan skor 5-2 di Anfield Stadion. Hal ini membuat Liverpool mempunyai cukup bekal untuk bertandang ke Olimpico, markas AS Roma.

Mohamed Salah menjadi bintang kemenangan besar Liverpool dengan menciptakan dua gol dan dua assist. Tidak hanya Salah, Firmino pun menunjukan ketajamannya dengan ikut mencetak dua gol, dan satu gol lainnya dilesatkan oleh Sadio Mane. Hasil tersebut cukup membuktikan ketajaman lini depan Liverpool yang harus mendapatkan perhatian serius.

Liverpool boleh bergembira dengan selisih tiga gol saat bermain di kandang sendiri, akan tetapi jangan sampai lengah Roma masih mempunya harapan dengan bekal dua gol tandang. Dua gol Roma diciptakan oleh Edin Dzeko dan Diego Perotti.

Sejak pluit babak pertama dimulai, Roma justru mengambil kendali permainan, sementara Liverpool sempat mati langkah di awal-awal babak pertama.

Pada menit ke-19 kubu tuan rumah dibuat panik oleh pergerakan Aleksandar Kalarov, saat tembakan kerasnya dari luar kotak pinalti tidak bisa diantisipasi oleh kiper Liverpool, Loris Karius. Tetapi Liverpool masih diselamatkan oleh mistar gawang, sehingga lesatan keras Kalarov tidak berbuah gol.

Mesin permainan Liverpool sepertinya baru saja panas ketika laga memasuki menit ke-30, peluang gol Liverpool diciptakan oleh Sadio Mane yang lolos dari jebakan offide. Namun sayangnya penyelesaian akhir Mane masih belum sempurna, bola yang Mane lesatkan masih melambung jauh di atas mistar gawang Roma.

Tak berhenti menciptakan peluang, Liverpool akhirnya berhasil membuat pendukung mereka bergemuruh pada menit ke-35. Mohamed Salah lagi-lagi menjadi primadona Anfield lewat gol cantiknya. Salah melepaskan tendangan melengkung yang tidak bisa dijangkau oleh Becker hingga bole bebas melaju ke pojok kiri gawang.

Liverpool bisa saja menggandakan gol lebih cepat andai sundulan Dejan Lovren tak membentur tiang gawang.

Jelang babak pertama usai, Salah kembali membuat publik Anfield bergemuruh dengan pesona Mesirnya. Sebuah serangan balik yang dibangun oleh Liverpool berbuah gol ke-2 pada babak pertama ini. Firmino memberikan umpan teroboson yang sangat baik hingga memanjakan Salah untuk menciptakannya menjadi gol.

Babak pertama Liverpool unggul 2-0 atas AS Roma.

Pluit babak kedua kembali di mulai, AS Roma merombak susunan pemainnya dengan memasukkan Patrick Schick menggantikan Cengiz Under. Berharap perubahan yang dilakukannya menjadi taring yang berbahaya bagi Liverpool, tetapi Roma keburu terbuai oleh permainan manis yang ditampilkan oleh trio lini depan Liverpool.

Menit ke-56 gol ketiga Liverpool tercipta. Lagi-lagi Mohamed Salah menjadi momok yang menakutkan bagi kubu tamu. Salah yang lolos di sisi kanan melakukan penetrasi yang kemudian melesatkan umpan crossing dan bisa diselesaikan secara baik oleh Mande hingga berbuah gol.

Salah lagi-lagi membuat lini depan Liverpool menggila. Crossing cantik yang dilesatkan oleh Salah berhasil dieksekusi oleh Firmino, hingga sukses mencatatkan namanya di papan skor. Liverpool unggul 4-0 pada menit ke-61.

Tujuh menit berselah, tepatnya pada menit ke-68, Firmino berhasil mencetak gol keduanya. Kali ini berawal dari sepakan pojok yang dilesatkan oleh Milner, dan berhasil disundul dengan baik oleh Firmino sehingga tidak bisa dijangkau oleh Alisson. Liverpool unggul jauh dari Roma, skor 5-0.

Unggul jauh dari Roma, Mohamed Salah ditarik keluar dan digantikan oleh Danny Ings. Liverpool pun kemudian melambatkan tempo pertandingannya.

Melihat perubahan permainan Liverpool, AS Roma berhasil memanfaatkan peluang itu. Harapan Roma berhasil dihidupkan kembali oleh Dzeko yang mencetak gol harapan di menit ke-81. Umpan lambung dari Radja Nainggolan tak mampu dijangkau oleh Lovren, sehingga bola mendarat mulus di kaki Dzeko sebelum dilesatkan ke gawang Karius. Skor berubah menjadi 5-1.

Liverpool kembali lengah. Tiga menit kemudian Roma mendapat kesempatan pinalti setelah Milner tertangkap handball di kotak pinalti. Diego Perroti yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan kesempatan itu hingga berhasil menjaga asa Roma. Skor mendekat menjadi 5-2.

Roma yang semangat setelah gol keduanya tercipta, tak punya lagi banyak waktu. Hingga pluit panjang tanda pertandingan berakhir berbunyi, Roma tak mampu lagi mengejar ketertinggalannya. Tidak ada tambahan gol setelah gol Perroti, skor tetap 5-2 untuk keunggulan Liverpool.

Liverpool memiliki bekal yang cukup besar dengan selisih 3 gol. Akan tetapi harapan Roma pun masih tetap hidup dengan 2 gol tandang. Leg kedua nanti Liverpool akan menjadi tamu Roma di Olimpico.

Akankah Liverpool bernasib sama seperti Barcelona? Akankah Roma beringas di kandang sendiri? Yang pasti jangan lewatkan pertandingan leg kedua yang akan digelar tengah pekan depan.

Susunan Pemain

Liverpool: Karius; Alexander-Arnold, Lovren, Van Dijk, Robertson; Oxlade-Chamberlain (Wijnaldum 18′), Henderson, Milner; Salah (Ings 75′), Firmino (Klavan 90′), Mane.

AS Roma: Alisson; Fazio, Manolas, Juan Jesus (Perotti 67′); Florenzi, De Rossi (Gonalons 67′), Strootman, Kolarov; Under (Schick 46′), Nainggolan; Dzeko.

(post/yaz)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: