Tips Masuk ITB dan Meraih Prestasi Di Dalamnya (Wawancara)

Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bergengsi dan termasuk favorit di Indonesia. PTN ini tentunya sudah banyak yang tahu, berkedudukan di Bandung sejak 1920, dan menjadi kampus teknik pertama di Indonesia. Setiap anak di Indonesia tentu bercita-cita ingin bisa masuk dan belajar di kampus ini.

Sejak Oktober 2013 ITB mulai berganti menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), yang artinya ITB memiliki otonomi dalam pengelolaan akademik maupun non-akademiknya.

Saat ini terdapat 12 Program Studi Sarjana di kampus terbaik milik Indonesia ini, yang diantaranya:

  1. Fakultas Ilmu dan Teknik Kebumian (FTIB)
  2. Fakultas Matematik dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
  3. Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD)
  4. Fakultas Teknik Industri
  5. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
  6. Fakultas Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
  7. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
  8. Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
  9. Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
  10. Sekolah Farmasi (SF)
  11. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
  12. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

Begitulah kiranya sekilas profil dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dan kali ini postketiga melalui wawancara yang dilakukan dengan salah satu alumni berprestasi ITB, akan memberikan tips dan cara belajar yang efektif untuk bisa masuk ITB dan meraih prestasi yang gemilang di dalamnya.

Perkenalkan, dia adalah Wahyudi Nelvianto, S.Si. Pria kelahiran Tanah Datar-Sumatera Barat, 23 tahun yang lalu ini akrab disapa dengan nama Nelvi. Menurut Nelvi, untuk bisa masuk ITB diperlukan suatu usaha yang tidak gampang, karena persaingan masuk ke kampusnya bukanlah orang-orang yang gampang dikalahkan.

baca: Hari Ini, Terakhir Pendaftaran SNMPTN 2018!

Nelvi adalah salah satu Mahasiswa yang berprestasi dari ITB, yang mengambil Program Studi Biologi (SITH). Dia pernah menjuarai beberapa karya ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa prestasi karya ilmiah yang pernah diraih oleh Nelvi diantaranya seperti: meraih Grant PKM Kategori Artikel Ilmiah (National); meraih penghargaan dari Dean’s List yaitu penghargaan dari Dekan Fakultas/Sekolah untuk mahasiswa peraih IP > 3.5; Juara ketiga Quarry Life Awarda 3rd Edition 2016 kategori umum (National); serta peraih Juara pertama Quarry Life Awards 3rd Edition 2016 kategori Habitat and Species Research (International-WithTeam).

Baiklah itu sekilas profil dari narasumber kita, berikut ini adalah tips dari Nelvi untuk bisa masuk ITB.

Tips Bisa Masuk ITB

Tips 1: Sukai dan Fokuslah dalam belajar

Nelvi mengatakan bahwa dalam belajar kita harus fokus, selain itu kita pun harus menyukai pelajaran-pelajaran yang bisa mendorong kita pada keberhasilan dalam mengikuti test masuk ITB.

“Kita perlu menyukai mata pelajaran yang relevan dengan tujuan kita ke depannya, contohnya saya suka dengan pelajaran IPA, jadi saya fokus dalam belajar IPA,” jelas Nelvi.

“Tapi, meski udah suka IPA, kita jangan sampai mengabaikan mata pelajaran lain yang tidak kita suka.” Imbuhnya.

Tips 2: Konsultasikan dengan guru

Berkonsultasi dengan guru membuat kita bisa lebih yakin dan mantap untuk meraih apa yang sudah kita rencanakan. Terlebih seorang guru tentu mempunyai pengalaman, dan mengetahui standar intelektual kita sehingga guru bisa memberikan saran yang ia pikir cocok dengan kita. Bertanyalah dan mintalah pendapatnya.

“Ketika saya mau lulus, saya sering meminta saran kepada guru saya. Kalau tidak begitu saya tidak pernah kepikiran akan masuk ITB, karena saya dari Tuban jadi hanya kepikiran pengen lanjut kuliah ke UGM atau ITS, yang lebih dekat ke rumah,” ungkap Nelvi.

“Terus saya pernah ngobrol ke guru saya, kalau saya pengen kuliah di tempat yang susah bisa masuknya dan banyak orang-orang pintarnya. Lalu guru saya nyodorin nama ITB, jadilah saya ke ITB,” tambahnya.

Tips 3: Bimbingan belajar (Bimbel)

Nelvi bercerita, menambah jam pelajaran di luar sekolah itu merupakan hal yang sangat baik, karena apa yang sudah kita pelajari di sekolah akan ter-refresh lagi. Jadi sebelum akan ujian, saya cari-cari tempat bimbel, dan kalau bisa ikut bimbel yang berbeasiswa. Saya pun mendapatkan beasiswa untuk bimbel ini.

Tips 4: Tidak ada yang tidak mungkin

Percaya diri, jangan menganggap cita-cita kita tidak mungkin untuk dicapai.

Tips 5: Nomor duakan financial

Menurut Nelvi, masalah duit itu nomor sekian.

Saya termasuk anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal, dia adalah ibu saya. Dan ibu saya membebaskan saya untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri, termasuk jika saya ingin melanjutkan kuliah, saya pun harus bisa meng-cover biaya itu sendiri. Hingga saya pun bersyukur, dari saya SMA saya sudah menerima beasiswa, dan untuk kuliah pun saya mendapatkan beasiswa lagi.

Selama kuliah saya mendapatkan beasiswa Bidikmisi, yang mana biaya kuliah saya dan juga uang saku selama masa kuliah sudah tercover penuh oleh beasiswa itu. Kiranya dari awal masuk kuliah sampai saya lulus, biaya kuliah saya hanya Rp. 0.

Karena itu bagi saya sih yang penting bisa masuk ITB dulu, setelahnya pasti ada jalan keluar yang memudahkan kita untuk bisa meng-cover itu semua. Termasuk lewat jalur beasiswa itu, rajin-rajin saja untuk mencari informasi beasiswa.

baca juga: Syarat dan Ketentuan Beasiswa Taiwan 2018

Tips 6: Serahkan semua hal ke Yang Maha Kuasa

Setiap usaha yang kita jalani, selalu lah imbangi dengan mendekatkan diri kepada-Nya, dan berdoa semaksimal mungkin kepada-Nya. Dengan begitu, segala sesuatu yang telah kita rencanakan pasti akan dengan mudah bisa kita raih. Pasti Bisa!

Dan begitulah perbincangan singkat kita dengan salah satu alumni berprestasi dari ITB. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi motivasi untuk terus belajar agar dapat meraih cita-cita luhur di kampus terbaik ini.

Tips untuk meraih prestasi di Kampus ITB akan dilanjut pada artikel berikutnya. 

Penulis: yaz.ab

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: