Setelah Maaf Sukmawati, Seperti Apakah Ujung Dari Perkara Ini?

POSTEKTIGA.com – Sukmawati Soekarnoputi telah meminta maaf atas puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dinilai telah merendahkan syariat Islam. Meskipun sudah meminta maaf dihadapan publik, Sukma sudah terlanjur dipolisikan. Hmm… gimana ya ujung kasus ini?

Pada hari senin lalu, telah beredar di media sosial  video Sukmawati Soekarnoputri yang membacakan puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’. Puisi tersebut pun menimbulkan kontroversi dikalangan masyarakat khususnya umat Isalm. Sehingga sejak kemunculannya, Sukmawati sudah dituntut untuk meminta maaf secara terbuka.

Sehari berselang setelah viralnya video tersebut, Sukmawati dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua DPP Hanura Amron Asyhari dan pengacara Denny AK. Keduanya tidak bisa terima terkait puisi yang dibacakan oleh Sukmawati itu, sebab di dalam puisi tersebut terdapat bagian yang sudah menyinggung soal adzan dan cadar yang dibandingkan pada hal lain. Sehingga selain mereka berdua, muncul pula beberapa pihak yang melaporkan putri Sang Plokamator itu.

Rabu sore (4/4/2018) Sukmawati tampil di publik untuk mengklarifikasi serta meminta maaf atas puisinya kepada seluruh umat Islam. Sejak video pembacaan puisinya viral di media sosial, Sukmawati sudah dituntut untuk meminta maaf dan mengklarifikasi secara terbuka atas puisinya tersebut.

“Namun dengan karya sastra dari puisi ‘Ibu Indonesia’ ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya (Sukmawati menangis-red) mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi ‘Ibu Indonesia’,” ujar Sukmawati.

baca juga: PBB Minta Sukmawati Tobat Karena Puisinya Telah Mengusik Umat Islam

Kendati Sukmawati telah meminta maaf, berkas pelaporan dirinya atas dugaan penodaan agama telah dilimpahkan kepada pihak kepolisian. Selain itu Amron dan Denny menolak untuk mencabut laporannya itu.

Bahkan berselang setelah Sukmawati tampil meminta maaf, muncul lagi laporan baru ke polisi yang diajukan oleh alumni 212, Dedi Suhardadi. Hal tersebut membuat bola panas terkait polemik ini berada ditangan kepolisian.

“Tindak lanjut ada beberapa hal yaitu kami lihat perkembangan, apa ini bisa masuk dalam proses restorative justice istilah kita, dari beberapa pihak yang bisa diselesaikan perkaranya tanpa masuk pengadilan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Dikutip dari laman detikcom.

Artinya, pelaporan tersebut kini sedang didalami oleh polisi. Menurut Irjen Setyo, perkara ini bisa saja diselesaikan di luat persidangan atau pengadilan. Hmm… kira-kira polisi berani gak ya menangani perkara ini? Berani lah, kalau polisi gak berani mau pake penegak hukum yang mana lagi? Kalau KPK kan gak mungkin. Hehehe.

(yaz/ab)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: