Reuni SBY-JK Bentuk Koalisi Baru

POSTKETIGA.com – Jusuf Kalla (JK) jumpa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas. Dalam rangka? Halal bihalal. Silaturahmi lebaran. Itu formalnya. Informalnya? Publik tau, Cikeas itu identik dengan rumah politik. Mirip seperti rumah Hambalangnya Prabowo. Maka, pertemuan SBY-JK dibaca publik sebagai pertemuan politik. Apalagi, pertemuan diadakan saat suhu politik lagi hangat.

Muncul asumsi JK akan disandingkan AHY. Capres-cawapres. Senior-Yunior. Tua-Muda. Luar Jawa-Jawa. Pas. Tapi, buru-buru JK membantahnya di media. Mau pensiun. Gak punya partai. Serahkan kepada yang muda. Kalimat yang terakhir itu poinnya. Serahkan Yang Muda.

JK betul. Regenerasi harus dibangun. Yang tua ada masanya. Jangan menghalangi tunas itu tumbuh. Bangsa ini sudah berubah. Perubahan yang kadang-kadang tak mampu lagi diikuti oleh tokoh yang sudah tua. Beda masanya. Setiap zaman punya kebutuhan dan kecenderungannya sendiri.

JK sadar itu. Karenanya, ia ingin tokoh muda di 2019 yang akan memimpin negeri ini. Selain Jokowi, ada Anies Baswedan, Ahmad Heryawan, Rizal Ramli, Anis Matta, AHY, Sohibul Iman, Zulkifli Hasan, TGB, Susi, Muhaimin Iskandar, Gatot Nurmantyo, dan Risma. Mereka adalah generasi era sekarang yang siap memimpin bangsa ini kedepan. Saatnya tokoh-tokoh yang tua istirahat, beri fatwa dan nasehat yang bijak, serta banyak berdoa untuk bangsa ini.

Reuni SBY-JK bisa juga didesign lebih pragmatis. Merajut koalisi poros baru. SBY bisa ajak PAN. Mungkin juga PKB. JK bisa dorong Gerindra dan PKS. Mungkin juga Golkar. Pengaruh JK di Golkar tak bisa diremehkan. Akbar Tanjung dan Setya Novanto sudah merasakannya.

Jika di Pilgub DKI 2017 JK pernah bicara terhadap Prabowo: Wo, (panggilan untuk Prabowo), mau ikut Pilgub atau mau menang? Kalau mau menang, calonkan Anies. Dan insting JK terbukti. Hal yang sama bisa diulang untuk pilpres 2019.

Melihat kedekatan dan kepercayaan JK terhadap Anies Baswedan, tak menutup kemungkinan tokoh muda yang dimaksud JK adalah Anies Baswedan. Kebetulan Anies sedang populer-populernya saat ini. Publik bilang Anies rising star. Orang politik bilang, Anies kuda hitam.

Sementara SBY, gak jauh-jauh dari sang putra, AHY. Anak muda yang juga lagi jadi pembicaraan publik. Generasi yang dipersiapkan SBY untuk menahkodai Demokrat kedepan.

Jadi, reuni SBY-JK diprediksi sebagai upaya mengusung Anies-AHY. Asumsi ini kemudian mendapat reaksi dari sejumlah pihak. Sebagian ingin menggagalkan. Sejumlah tulisan dan meme dibuat untuk menyerang agar Anies-AHY tidak jadi.

Jika asumsi publik benar, reuni SBY-JK untuk memasangkan Anies-AHY, dan terealisir dengan mendapat dukungan partai-partai politik, maka akan menjadi poros yang kuat. Dan ini akan sangat merepotkan buat Jokowi di pilpres 2019.

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: