Perhatian! Berikut Titik Rawan Kecelakaan Mudik 2018 Versi Menhub

POSTKETIGA.COM – Sudah menjadi rahasia umum jika setip musim mudik banyak terjadi kecelakaan. Semua orang tentunya tidak menginginkan kecelakaan dalam berkendara menimpa dirinya. Namun sejumlah faktor baik yang disengaja maupun tidak disengaja sewaktu-waktu bisa saja terjadi yang mengakibatkan pengendara tertimpa kecelakaan dalam berkendara.

Oleh sebab itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menghimbau agar masyarakat tetap waspada dengan kemungkinan adanya sejumlah titik rawan kecelakaan menjelang arus Mudik Lebaran 2018 nanti. Sebab Menhub mengendus ada sejumlah titik baik di jalan  tol maupun non tol yang sangat rawan terjadi kecelakaan.

Menhub menyebut jika titik rawan yang harus di waspadai yaitu, jalan tol Cipali, Merak, serta arah ke Garut. Selain titik kecelakaan ada juga titik kemacetan yaitu biasanya pada jalur yang terdapat pasar tumpah yang banyak di jumpai di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Read More : Berikut Prediksi Jumlah Kendaraan yang Akan Mudik Lebaran 2018

Sejumlah antisipasi untuk meminimalisirkemungkinan buruk juga terus dilakukan, sebagaimana hasil koordinasi yang dilakukan Menhub dengan sejumlah pihak terkait. Kemenhub bersama Kemenkes juga akan menyiapkan tim kesehatan yang nantinya bersiaga pada titik-titik macet untuk mengantisipasi kemungkinan buruk. Selain itu, Kemenkes juga akan membuat posko bersama pos polisi.

Selain menyediakan posko dan menempatkan tim di titik-titik rawan kemacetan Kemenkes juga akan menyiapkan sepeda motor untuk dapat menerobos kemacetan. Sepeda motor sangat diperlukan sebab untuk menghampiri kecelakaan atau melakukan pertolongan kepada pemudik yang bermasalah terhadap kesehatan tim kesehatan akan menerobos menggunakan motor.

Selain itu Menhub Budi menekankan terkait keselamatan seluruh kendaraan yang akan digunakan untuk mudik termasuk sepeda motor. Menurutnya yang paling rawan adalah Bus dan truk, oleh sebab itu pengguna Bus dan Truck harus melakukan ramp check. Jika tidak Menhub akan mencabut izin operasinya.

Sedangkan untuk angkutan udara, Menhub akan mengutus jajaranya memaksimalkan seluruh Bandara di Indonesia. Menhub juga minta agar bandara beroperasi hingga jam 12 malam, dengan memaksimalkan pesawat berbadan lebar serta memaksimalkan bandara-bandara kecil yang ada di Indonesia. Hal tersebut penting untuk dilakukan untuk mengurangi kepadatan di jalur darat. (Jy-82)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: