PAN Ogah Mencalonkan Caleg Mantan Koruptor

Postketiga.com – Selagi KPU sedang menggodok kebijakan larangan bagi mantan koruptor ikut nyaleg, PAN secara tegas ogah mencalonkan caleg dari kalangan narapidana koruptor.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Umum DPP PAN, Taufik Kurniawan dalam siaran presnya, mengatakan, bahwa PAN akan menghindari menjaring calon anggota legislatif berlatar koruptor, alias bekas narapidana kasus korupsi. PAN mengutamakan aspek integritas, kapabilitas, kualitas dan elektoral.

PAN juga menambahkan, masyarakat setuju dan memahami dengan calon yang sudah tidak memiliki beban hukum, maka PAN memiliki sikap yang sama dengan pandangan masyarakat pada umumnya.

Akan tetapi, hal itu bukan satu pertimbangan, karena partainya melihat 4 aspek yaitu integritas, kapabilitas, kualitas, dan elektoral. Berarti kalau mantan koruptor mimiliki 4 komponen gimana dong? heheheeh

Sedangkan dilain sisi, PAN mendukung Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang akan mengatur  melarang bekas narapidana korupsi maju menjadi anggota legislatif, tidak bertentangan dengan UU Pemilu.

Sebelumnya, KPU akan melarang bekas narapidana korupsi, narkoba, dan pelecehan seksual, maju menjadi anggota legislatif, dan akan ditambahkan sebagai pasal baru dalam PKPU tentang pencalonan anggota legislatif dalam pemilu 2019.

Dengan adanya PKPU yang baru tersebut sebagaimana dimaksud, KPU menilai aturan itu bertujuan agar masyarakat dapat pemimpin dan wakil yang bersih dan berintegritas.

Koruptor merupakan pelaku kejahatan terhadap negara yang sudah pasti mengandung unsur penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan sehingga koruptor merupakan orang yang sudah berkhianat kepada jabatan, negara, dan sumpah jabatan. (Jy)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: