Novel Tidak Puas Meskipun Komnas HAM Bentuk Tim Pengawas

POSTKETIGA.COM – Sudah hampir satu tahun misteri penyiraman terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan belum juga terungkap. Awalnya publik mendesak Polri agar membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Namun Hingga kini polri tak bergeming. Sejumlah temuan baru sodah ada, tapi kasus novel terlihat berjalan ditempat atau mangkrak.

Setelah Novel Menjalani pengobatan diluar negeri akhir-akhir ini Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk tim pemantau kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Meski sudah ada tim pengawas, Novel tetap ingin Presiden Joko Widodo membentuk TGPF.

Kuasa hukum Novel, tetap mengapresiasi langkah Komnas HAM membentuk Tim Pengawas pengungkapan kasus Novel. ia juga berharap, Komnas HAM bisa membantu menemukan fakta baru dari kasus yang sudah 11 bulan tak kunjung terungkap. Ujar kuasa hukum novel dilansir dari Metrotv (13-03-18).

Meski demikian, Novel tetap  terus akan mendesak Presiden Jokowi untuk membentuk TGPF. Komnas HAM memiliki tugas dan wewenang yang berbeda dengan TGPF. Sehingga peran TGPF tetap diperlukan untuk mengungkap kasus yang tak ujung usai ini.

Publik menilai Komnas HAM punya mandat sendiri dan basis hukum sendiri. Novel sebagai penyidik KPK yang juga punya hak atas rasa aman dan peradilan, Publik juga berharap Presiden Jokowi segera membentuk TPGF. Dengan dibentuknya  TPGF nanti diharapkan bisa menemukan fakta-fakta baru dan mengungkap dalang serta pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

Pemberantasan Korupsi dan Penyelesaian kasus HAM merupakan komitmen Jokowi ketika kampanye dulu. Publik berharap Jokowi komitmen dengan janjinya sehingga tidak menyebabkan persoalan baru. Mengingat kasus yang dialami Novel ini merupakan bentuk pelemahan terhadap KPK. Dan Novel menuntut hak keadilan, sebagaimana gaung Jokowi untuk menciptakan keadilan di negeri ini. (Jaya)*

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: