Kebutuhan Guru Meningkat, Tapi Sayang Kesejahteraan Guru Terabaikan

Postketiga.com – Cerita mengenai guru honorer yang digaji tak wajar sering menjadi perbincangan, kendati demikian masih banyak orang yang ingin menjadi guru. Bahkan setiap tahunnya kampus di Indonesia banyak meluluskan sarjana pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur melakukan penambahan formasi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 100.000 di 2018. Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar sebanyak 736.000 di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Asman mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu. Pertama, pihaknya akan melihat kemampuan keuangan daerah dengan cara mendata kesesuaian belanja pegawai daerah dengan kebutuhan PNS baru.

Menteri Asman Juga menambahkan, Pihaknya akan menyesuaikan nantinya, terutama kemampuan keuangan daerah. Sekarang masih banyak daerah yang belanja pegawainya di atas 50 persen. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan mengingat jika ditambah lagi ia khawatir belanja pegawai akan melambung.

Faktor kedua yang menjadi pertimbangan pemerintah adalah, kebutuhan dan ketersediaan tenaga pengajar pegawai negeri sipil (PNS) di setiap daerah. Artinya, pemerintah akan mendata daerah mana saja yang memiliki kuota PNS lebih dan kurang.

Kemudian,menurut data yang didapat persebaran guru mengalami ketidak sama rataan. Nah maka dari itu pegawai Menpan RB sedang mendata kira-kira di mana posisi guru yang betul-betul kurang, yang kemudian akan menjadi prioritas.

Sebelumnya berseliweran kabar,  bahwa pemerintah akan menetapkan formasi CPNS 2018 pada Mei mendatang. Namun, hingga saat ini belum ada formasi khusus untuk honorer kategori dua (K2).

Tidak hanya itu, formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) pun tidak disiapkan dalam rekrutmen CPNS 2018. Sebab, Presiden Joko Widodo belum meneken Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) P3K.

Ini menjadi dilema antara kebutuhan guru yang terus meningkat untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Tapi tidak diimbangi dengan jaminan kesejahteraan calon guru atau guru honorer. (Jy)

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: