Jangan Ada Kampanye Pemilu di Perayaan Hari Buruh Sedunia

POSTEKTIGA.com – Massa buruh kembali turun ke jalan untuk merayakan hari buruh sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa 1 Mei 2018. Agenda tahunan ini para buru kembali diimbau untuk bisa tertib dan dilarang melakukan kegiatan politik seperti berkampanye untuk Pilkada 2018 atau Pilpres 2019.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri meminta kepada massa buruh yang merayakan May Day untuk melakukannya dengan tertib dan tidak merusak fasilitas umum. Hanif juga meminta agar kegiatan yang biasa dilakukan setiap tahun ini bisa menjadi hal yang positif untuk semua pihak.

“Bebas saja buat kegiatan yang positif. Silahkan yang mau demo, yang penting tertib, jalan santai, sepeda santai, mancing bersama, liburan bersama keluarga, silahkan. Yang penting semua merayakan May Day dengan riang gembira, ” kata Hanif, Minggu (29/4) dilansir dari laman berita detikcom.

Sementara itu Wakopolri Komjen Syafruddin juga mengimbau kepada massa buruh untuk melakukan kegiatan May Day ini di daerahnya masing-masing sehingga tidak perlu datang ke Jakarta.

“Kita mengimbau kepada teman-teman buruh untuk melakukannya di tempat masing-masing. Tidak perlu semuanya ke Jakarta,” Kata Komjen Syafruddin.

DKI Jakarta biasanya memang menjadi pusat unjuk rasa bagi kaum buruh, sebab di sana lah wilayah kekuasaan yang paling kuat berada. Sehingga massa pun berharap penyampaian aspirasinya dapat secepat mungkin untuk diserap dan direalisasikan oleh pemerintah.

Namun terkait kemungkinan massa buruh berdatangan ke wilayahnya, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno pun meminta agar perayaan May Day ini bisa berlangsung secara kondusif. Sandi pun mengimbau agar sebaiknya massa buruh dari luar Jakarta untuk tidak perlu merayakan May Day di Jakarta.

“Di lima wilayah (DKI Jakarta), kami pastikan May Day aman. Kami imbau di luar Jakarta tidak ke Jakarta,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Selain mengimbau untuk merayakan May Day dengan tertib dan tidak merusak fasilitas umum, perayaan ini pun diimbau untuk tidak memasukan elemen-elemen politik di dalam kegiatannya. Maklum ini sudah memasuki tahun politik sehingga wajar jika imbauan ini di sampaikan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun meminta kepada massa buruh untuk tidak membawa-bawa kegiatan politik di dalam aksinya pada hari buruh ini. Massa buruh pun diminta untuk tidak melakukan kampanye terkait pilkada atau pilpres.

“Bawaslu mengimbau kepada semua pihak yang hendak memperingati Hari Buruh besok, 1 Mei 2018, tidak melakukan kegiatan kampanye pilkada maupun pemilu,” ujar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (30/4). Dikutip dari detikcom.

Sejatinya hari buruh sedunia adalah wujud apresiasi yang diberikan kepada kaum buruh, yang sebaiknya harus dirayakan dengan tertib dan positif. Selamat merayakan hari buruh. (yaz/ab)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: