Indonesia, Negara Paling Malas Jalan Kaki

Berdasarkan hasil penelitian Universitas Stanford, Orang Indonesia dikategorikan menjadi orang paling malas berjalan kaki di Dunia. Hal ini berbanding terbalik jika disejajarkan dengan Hongkong yang masih satu benua dengan Indonesia. Dalam penelitian tersebut orang Honkong merupakan orang paling rajin berjalan kaki di Dunia.

Sejak zaman pra sejarah orang Indonesia bisa dikategorikan paling rajin berjalan kaki, dan dapat dikatakan manusia pada zaman pra sejarah paling kuat dan tangguh. Budaya berburu, meramu, dan perundagian merupakan fakta sejarah, dimana zaman pra sejarah seharusnya dijadikan pembelajaran agar tetap menjaga ritme pola hidup sehat dengan berjalan kaki.

Sementara di zaman kerajaan Indonesia, budaya jalan kaki masih tetap dilestarikan, meskipun sudah ada kendaraan kuda. Tetapi kuda hanya dinikmati oleh para bangsawan.

Seiring kemajuan teknologi dan persaingan pasar bebas, subtitusi dari kendaraan tradisional ke kendaraan modern tak terelakan. Masyarakat Indonesia lebih menyukai langkah praktis dan cepat. Sehingga kemananpun hendak berpergian, denganjarak jauh ataupun dekat mereka selalu mengenakan kendaraan pribadi berupa motor ataupun mobil.

Bahkan jika kita lihat fakta kekinian setiap keluarga memiliki lebih dari satu motor, bahkan ada juga yang memiliki mobil tetapi tidak memiliki garasi, memiliki garasi yang muatnya satu mobil tetapi mereka punya dua mobil. Sehingga memaksa mereka parkir dipinggir jalan atau trotoar.

Belum baiknya transportasi umum di pedesaan dan di kota membuat orang Indonesia lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum. Hingga saat ini transportasi masal belum mampu mengakomodir atau memanusiakan manusia.

Akibatnya penggunaan kendaraan pribadi tidak bisa terbendung. Kemacetan terjadi dimana-mana. Rekayasa lalu lintas pun belum bisa member solusi terbaik. Tak jarang mereka yang terburu-buru menerobos trotoar.

Belum lagi ditambah dengan padagang kaki lima yang memanfaatkan trotoal untuk berjualan. Trotoar semakin sempit dan dirasa tidak ramah bagi pengguna jalan kaki. Sehingga kebanyakan memilih berlomba-lomba menggunakan kendraan pribadi atau transportasi online yang sedang kekinian.

Fenomena demikian bisa juga dikatakan bukan karena masyarakat Indonesia malas berjalan kaki. Bisa jadi ada faktor dari kebijakan atau program pemerintah yang belum mampu memanusiakan pengguna jalan kaki, atau juga memang karena perilaku masyarakat Indonesia belum bisa tertib seperti di Hongkong. (Jaya)*

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: