Gila, Utang Indonesia Tembus Rp 5.041 Triliun

POSTKETIGA.COM – Sejak awal Indonesia merdeka, Pemerintah sangat berhati-hati terhadap utang kepada pihak asing, meskipun memang pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Sukarno pernah melakukan hutang kepada pihak asing namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Fenomena tersebut kemudian dilanjutkan oleh Presiden Suharto hingga Presiden Jokowi.

Kritikan tajam mengenai hutang luar negeri banyak dialamatkan kepada Presiden Jokowi, sebab Presiden Jokowi pernah berjanji akan berdikari dalam bidang ekonomi, namun nyatanya angka hutang Indonesia kepada pihak asing justru meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut dipastikan akan terus meningkat sebab pemerintah akan tersandera oleh bunga hutang dan kebutuhan pembiyayaan program kerja.

Read More; Jokowi Mengaku Utangnya Tak Sampai Rp 4.000 Triliun

hutang indonesai

Sampai triwulan pertama 2018 ini, Bank Indonesia (BI) telah mencatat jika hutang pemerintah Indonesia hingga kini mencapai USD 358,7 miliar, jika dirupiahkan setara dengan  Rp 5.041 triliun apabila dolar ada diangka Rp 14.054. Rincian utang tersebut dimiliki pemerintah Indonesia serta bank sentral sebanyak USD 184,7 miliar. Kemudian ditambah utang pihak swasta yang mencapai USD 174,0 miliar.

Selain itu, BI juga menerangkan jika utang luar negeri Indonesia pada akhir triwulan pertama tahun 2018 tumbuh secara subur mencapai 8,7 persen (yoy), bahkan pada triwulan sebelumnya memiliki pertumbuhan yang sangat besar yaitu mencapai sekitar 10,4 persen (yoy). Tentunya tidak ada prestasi dalam pertumbuhan hutang baik tumbuh subur ataupun melambat. Hutang tetaplah hutang, aib yang akan dibawa mati.

Read More; INDEF: Utang Indonesia Sesungguhnya Sudah Menembus Rp. 7.000 triliun

Kendati demikian, menurunnya presentasi  atau melambatnya pertumbuhan utang luar negeri tersebut diakibatkan oleh utang luar negeri pada sektor pemerintah serta sektor swasta yang mengalami pertumbuhan yang lebih rendah apabila disandingkan dengan triwulan tahun 2017.

Apresiasi harus kita berikan kepada pemerintah yang telah berusaha membuat perkembangan utang luar negeri total pada triwulan pertama tahun 2018 mengalami hal positif serta terkendali dengan struktur yang terbilang sehat. Sebab rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di akhir triwulan pertama 2018 terbilang stabil di angka 34 persen.

Tentunya kita berharap pada sisa masa jabatannya, Presiden Jokowi mampu menunaikan janjinya. Terkhusus janji politik pada bidang ekonomi yaitu, berdikari secara ekonomi, tidak hutang, dan ekonomi tumbuh diatas 7 persen. (Jy-87).

Satu tanggapan untuk “Gila, Utang Indonesia Tembus Rp 5.041 Triliun

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: