Gatot ‘Nyapres’, Apa Kabar Dengan Prabowo?

Bursa calon presiden 2019 memunculkan nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Dikabarkan bahwa Eks Panglima TNI ini akan mendeklarasikan soal pencapresannya setelah dirinya pensiun minggu depan. Kabar tersebut pun disambut baik oleh Partai Gerindra.

baca juga: Jokowi Sudah Kantongi 7 Partai, Bagaimana Dengan Prabowo?

Dilansir dari pernyataanya di halaman detikcom, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, bahwa hal tersebut tidak masalah. Justru itu bagus, jadi kini ada lagi satu anak bangsa yang potensial mendeklarasikan diri untuk memimpin negeri ini.

Namun berita soal rencana deklarasinya Gatot Nurmantyo, disinggung menyaingi pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Tetapi hal tersebut pun ditepis oleh Dasco yang menyebut bahwa Partai Gerindra tidak merasa tersaingi. Ia juga mengomentari bahwa Gatot dan Prabowo memiliki kelebihannya masing-masing.

Dasco pun menyadari bahwa ini kompetisi sehat secara demokrasi, sehingga partainya tidak punya hak melarang Gatot maju sebagai calon presiden 2019.

Munculnya nama Gatot di bursa calon presiden 2019 ini sempat masuk daftar pencalonan dari Partai Gerindra. Partai Gerindra yang saat itu menyatakan bahwa nama Gatot masuk menjadi cawapres Prabowo, menyebut tidak kecewa jika saja Gatot maju sebagai calon presiden. Sebab kata Dasco munculnya nama Gatot masih wacana di partainya.

“Namanya juga politik. Mungkin Pak Gatot sudah dapat opportunity dari komunikasi dia dengan beberapa partai, sehingga dia mau deklarasi capres ya silakan saja,” ujar Dasco yang dikutip dari laman berita detikcom.

baca juga: Deklarai Untuk Prabowo Datang Dari DPP Gerindra Jateng

Diketahui sebelumnya bahwa nama Gatot Nurmantyo muncul di bursa calon presiden 2019 setelah digaungkan namanya oleh Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Menurut Kivlan, Gatot mempunyai lebih banyak modal logistik dari pada Prabowo, sehingga dirinya mendukung pencalonan Gatot.

Terkait hal itu Gerindra pun menanggapi bahwa modal uang tidak bisa membeli kekuatan parpol. (yaz.ab)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: