Gagal Ikut Pemilu 2019, Kemana Satria Bergitar Akan Melangkah?

POSTKETIGA.COM – Nasib kurang baik dialami partai Islam Damai dan Aman atau disingkat Idaman, Sebab partai besutan raja dangdut atau satria bergitar, Haji Rhoma Irama, tersebut tidak dilolosakan oleh Pengadilan Tinggi Urusan Negara (PTUN). Sementara nasib baik dialami oleh PKPI yang berhasil lolos dari putusan PTUN.

Keputusan tersebut merupakan usaha panjang partai Idaman untuk turut serta mengambil bagian dalam Pemilu 2019, dan tentunya itu merupakan langkah terakhir bagi partai Idaman. Namun usaha tersebut tak menuai hasil setelah Majelis Hakim PTUN menolak gugatan Partai Idaman atas putusan KPU yang menyatakan tak lolos verifikasi.

Bahkan Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama menyebut putusan PTUN tersebut sebagai bukti bahwa adanya intervensi dari Bapak Wiranto selaku Menko Polhukam dalam Pemilu 2019 yang dilakukan kepada terhadap Idaman.

Rhoma juga menambahkan, apa yang ia tuduhkan  sangat berdasar, sebab ada pertemuan Menkopolhukam Wiranto dengan ketua kamar peradilan PTUN ketika Rapat Koordinasi Khusus tentang Pemilu, hal tersebut dilakukan ketika sedang digulirkanya agenda persidangan 7 partai penggugat (PKPI, Partai Idaman, Partai Swara Rakyat Indonesia, Partai Rakyat, Partai Bhinneka Indonesia, Partai Republik, dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).

Sementara Wiranto sendiri pernah menegaskan tidak ada intervensi antara eksekutif kepada yudikatif dalam rapat. Sebagai Menkopolhukam, Wiranto mengaku hanya menanyakan sejauh mana proses peradilan PTUN untuk memberikan penjelasan proses gugatan tersebut.

Partai Idaman tidak sendirian, masih ada 5 partai lain yang tidak diloloskan oleh PTUN, dengan keputusan tersebut praktis tidak ada cara lain bagi partai Idaman untuk memaksakan partainya ikut Pemilu 2019. Bahkan Rhoma sempat menyebut ia akan melaporkan kedzoliman tersebut kepada Tuhan.

Kini banyak yang berspekulasi kemana langkah politik sang raja dangdut setelah putusan PTUN telah final, yang pasti Rhoma tidak akan merapat ke PKB sebab Rhoma merasa pernah dibohongi oleh PKB, pada pemilu 2014 Rhoma dijanjikan akan docalonkan sebagai presiden, namun setelah hasil pemilu keluar, dan suara PKB terdongkraj Rhoma seolah dibuang oleh PKB.

Kini kita mesti menanti kemana satria bergitar itu akan melangkah, pastinya bakal banyak partai yang siap menampung Rhoma, karena ketokohan Rhoma tidak bisa dianggap sebelah mata. Apakah Rhoma pada pemilu 2019 nanti akan ikut kampanye salah satu partai politik dengan cara berdendang? Menarik untuk kita nantikan. (Jy-66)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: