Facebook Akan di Blokir Kominfo, Generasi Milenial Siap?

POSTKETIGA.com – Skandal bocornya 50 juta data pengguna Facebook berbuntut pada ancaman pemblokiran oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika. Pasalnya Facebook telah diberi peringatan tertulis kedua (SP II) atas penyalahgunaan data ini oleh pemerintah Indonesia. Facebook yang diberi SP II adalah Facebook Indonesia, lantaran penjelasannya terkait kasus ini tidak memuaskan.

Pemerintah Indonesia melalui Menkominfo Rudiantara menjelaskan bahwa SP II telah diberikan kepada pihak Facebook Indonesia. Sehingga apabila sikap Facebook masih sama, maka ancaman pemblokiran pun akan diberikan.

Selain Cambridge Analytica yang selama ini diduga telah mengakses 50 juta data pengguna Facebook itu, Menkominfo pun menemukan modus serupa terkait pencurian data penggunanya. Hal tersebut disampaikan oleh Rudiantara di Gedung Nusantara 2 DPR RI.

Menurut Mentri Rudiantara, bahwa SP II yang dilayangkan pada pihak Facebook Indonesia lantaran telah ditemukan modus serupa seperti CubeYou dan AgregateIQ. Hmm… kalau gitu, kira-kira ditujukan bagi pemenangan siapa ya calonnya?

baca juga: Mark Zuckerberg Berikan Penjelasan Lengkap Soal Kebocoran Data Facebook

Terkait hal ini pengamat Heru Sutadi dari ICT Institute, bahwa SP II yang diberikan kepada Facebook Indonesia lantaran pemerintah ingin memberikan shock therapy. Maksudnya pemerintah ingin Facebook membeberkan data real pengguna Indonesia yang bocor, siapa saja, dan digunakan untuk apa, agar kedepannya data pengguna dapat dilindungi.

Heru mengatakan bahwa andai Facebook tidak dapat memberikan penjelasan maka pantas untuk mendapatkan peringatan ketiga, artinya pun siap untuk diblokir. Heru yang pernah menjadi Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pun menambahkan bahwa jarak dari surat peringatan satu ke berikutnya adalah satu pekan.

Sehingga apabila setelah peringatan kedua ini Facebook masih mengabaikan apa yang dilayangkan oleh pemerintah Indonesia, maka minggu depan siap-siap untuk menerima peringatan ketiga. Dan Heru pun berharap pemerintah, yang dalam hal ini adalah Menkominfo, bisa bersikap tegas kepada perusahaan milik Mark Zuckerberg.

baca juga: Facebook Bocorkan 50 Juta Data Penggunanya, Mark Zuckerberg Dicari-cari

Sebagaimana telah diketahui, Facebook terungkap membocorkan datanya kepada Cambridge Analytica, yang diduga untuk pemenangan salah satu calon presiden Amerika pada waktu itu. Dan oleh karenanya, pada 5 April 2018 Kominfo cepat melayangkan SP I untuk Facebook. Isi SP I itu meminta Facebook menjamin perlindungan data pribadi, memberikan hasil rencana audit aplikasi dan fitur yang dikembangkan oleh mitra dan menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berhubungan dengan Kasus Cambrigde Anaytica.

Sayangnya jawaban Facebook atas SP I yang diberikan oleh pemerintah masih kurang memadai dan belum menyerahkan data yang diminta oleh Kominfo.

Kini pertanyaannya, apabila Facebook tetap mengabaikan atau kurang maksimal dalam menanggapi peringatan yang diberikan oleh pemerintah, apakah Facebook akan benar-benar diblokir?

Dan generasi milenial Indonesia, apakah benar-benar sudah siap hidup tanpa Facebook? Jangan sampai nanti menimbulkan aksi masa yang bertujuan menolak itu. Hmm…

(yaz/ab)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: