Eks Dirut Pertamina Dan Jajarannya Terjerat Korupsi

POSTKETIGA.COM – PT Pertamina merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang sangat memiliki potensi besar untuk dikorupsi selain itu juga gaji sebagai karyawan pt pertamina terbilang besar untuk ukuran Indonesia. Tak ayal banyak masyarakat yang bersusah payah dan mati-matian untuk dapat bekerja di PT Pertamina.

Selain KPK, Kejaksaan Agung (Kejagung)  juga bisa menetapkan seseorang jika terlibat korupsi. Baru baru ini Kejagung, menetapkan mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, sebagai tersangka baru dalam dugaan korupsi Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan keuangan negara Rp568 miliar.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung. Kapuspenkum Kejagung menerangkan penetapan Karen tersebut berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dengan Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Selain Mantan Dirut Pertamina, Kejagung juga menetapkan Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina  yaitu Genades Panjaitan (GP) sebagai tersangka. Para tersangka dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hingga kini Kejagung masih memeriksa sejumlah orang dalam kasus korupsi tersebut. Dapat dilaporkan samapi kini sudah 67 saksi diperiksa oleh penyidik. Sebelumnya Kejagung juga telah menetapkan tersangka BK, mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT. Pertamina.

Kasus ini terjadi sudah cukup lama, pada 2009, ketika itu PT Pertamina melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy Australia berdasarkan perjanjian tanggal 27 Mei 2009.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan. Tindakan tersebut mengakibatkan penggunaan dana sejumlah US$31.492.851 serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah US$26.808.244 dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina. (Jy)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: