Dua Wakil Ketua DPR Diperiksa Polisi Lantaran Cuitannya

Polisi akan segera memproses kasus tuduhan ujaran kebencian (hate speech) yang dilaporkan atas nama Fadli Zon dan Fahri Hamza. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa, setiap laporan yang diterima oleh polisi akan segera ditindak lanjuti. Tidak peduli jabatan terlapor.

Tetapi sebelum memproses laporan tersebut, polisi akan terlebih dahulu mengkaji dan menyelidiki perkara yang dilaporkan itu. Apakah perkara tersebut mengandung unsur pidana atau tidak.

baca juga: Ahmad Dhani: Seperti Saya, Kalau Pulang Habib Rizieq Akan Dikriminalisasi

Fahri Hamzah dilaporkan oleh netizen bernama Muhammad Rizki yang diduga telah menyebarkan berita hoax. Berita yang disebarkan oleh Fahri berkaitan dengan MCA yang bersumber dari media online (Jawa Pos).

Padahal pihak Jawa Pos telah mengklarifikasi soal berita tersebut dan meminta maaf, namun Fahri tetap memposting berita tersebut di akun Twitter-nya. Sementara Fadli Zon dilaporkan karena me-retweet postingan Fahri yang diduga turut menyebarkan berita tersebut.

Sebelumnya Fahri melalui akun Twitter-nya @fahrihamzah, telah mem-posting berita dari Jawa Pos dengan judul ‘Tersangka Muslim Cyber Army Diduga Ahokers’ pada 4 Maret lalu. Di dalam postingan itu, Fahri pun menulis cuitannya.

“Dari web resmi @jawapos menemukan bahwa ketua MCA adalah Ahoker. Jadi maling teriak maling dan ngaku Muslim segala. Ayok @DivHumas_Polri selesaikan barang ini. Jangan mau merusak nama Polri dengan menyerang identitas agama,” tulis Fahri di akun Twitter-nya itu.

baca juga: Melawan Penyebar Berita Hoax, MCA

Kemudian Cuitan Fahri pun di-retweet oleh Fadli Zon, sehingga menyeret namanya dalam laporan ini. Dalam laporan yang diterima oleh kepolisian, keduanya dinilai menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian karena tidak memeriksa kebenaran berita tersebut. (yaz/ab)*

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: