Dedi Mulyadi, Dituding Sebagai Cawagub Dari Kalangan Dukun

Pentas Pilkada Jawa Barat yang awalnya adem-adem saja, kini memasuki babak baru. Kontraversi di media serta perang tagline atau perang visi sudah menghiasi atribut-atribut, baliho, spanduk dijalanan provinsi Jabar.

Akhir-akhir ini publik kembali dihebohkan oleh dugaan rekaman pernyataan Rektor ITB yang kontroversial. Banyak pihak yang memprediksi bahwa Aroma panas pilgub Jabar akan terasa seperti pilgub di Jakarta beberapa waktu lalu. ITB merupakan salah satu kampus besar di Indonesia sehingga pernyataan Rektor ITB akan menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia.

Dalam rekaman yang tersebar di media sosial, selain secara tegas mendukung pasangan Sudrajat- Saikhu rektor ITB juga menuding Dedi Mulyadi sebagai dukun. Sebenarnya ia takjub dengan kepemimpinan dan sifat religious Dedy Mizwar sebagai pasangan Dedi Mulyadi. Tapi ia khawatir karena Dedy Mizwar sudah berumur, dan kalau tidak ada umur nanti Dedi Mulyadi yang menggantikan.

Sebelumnya, ketika menjadi Bupati Purwakarta. Dedi Mulyadi  sangat bertentangan dengan para ulama. Bahkan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Sihab menuding Dedi Mulyadi Musrik. Karena dianggap telah menghidupkan kembali ajaran sunda wiwitan, dengan menghiasi kota Purwakarta menjelma bercorak sunda  wiwitan.

Namun Dedi Mulyadi juga menjelaskan bahwa penataan yang ia lakukan tak terlepas dari unsur seni dan budaya serta khasanah kebudayaan yang melekat dengan tradisi masyarakat tanah jawa.

Hingga kini belum dapat dikonfirmasi, dukun seperti apa yang disebut rektor ITB , terhadap tudingan yang dialamatkan kepada kang Dedi. (panggilan akrab Dedi Mulyadi). (Jaya)*

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: