Bulan Puasa Sudah Dekat, Harga Telur Mulai Meroket

POSTKETIGA.COM – Telur merupakan salah satu bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga dan para industri kue baik industri kecil atau menengah ke atas. Kegunaan telur sebagai salah satu bahan adonan kue atau sebagai lauk pauk membuat keberadaan telur selalu diburu.

Namun kini Harga telur di pasar tradisional Jakarta mengalami lonjakan dipertengahan bulan April ini. Sebagaimana informasi yang beredar harga telur ayam negeri mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 24 ribu per kilogram (kg) yang sebelumnya sebesar Rp 21 ribu per kg.

Baca Ini Juga :

Kemendag Jamin Stok dan Harga Beras Aman Saat Ramadhan

Para pedagang juga menyebut terjadi kenaikan harga telur disebabkan sudah menjelang bulan puasa dan Lebaran. Hal tersebut seperti biasa karena kenaikan harga telur selalu datang musiman yaitu menjelang bulan puasa dan lebaran. Tekadang dimusim lainnya jiga mengalami kenaikan.

Kendati demikian meskipun harga telur ayam negeri mengalami lonjakan, tetapi untuk harga telur ayam kampung serta telur puyuh justru mengalami penurunan harga. Hal tersbut dikarenakan  telur ayam kampung dan telu puyuh mendapat banyak pasokan dari beberapa daerah, seperti Padang serta Medan.

Jika dirinci untuk telur kampung, harganya turun semula Rp 2.500 per butir jadi Rp 2.000 per butir. Kemudian telur puyuh juga turun semula Rp 35 ribu per kg jadi Rp 30 ribu per kg. Sementara itu, harga telur bebek terbilang stabil, karena masih berada dikisaran harga Rp 3 ribu per butir, biasanya harganya tidak jauh-jauh dari Rp 2 ribu sampai Rp 4 ribu per kg.

Kenaikan telur ayam negeri tersebut tidak hanya dirasakan oleh satu pedagang di pasar saja, namun beberapa pedagang dipasar yang berbeda juga mengalami hal yang serupa. Ada juga beberapa pedagang dipasar yang menjual dengan harga Rp 23 ribu per kg namun tentunya untungnya tidak banyak.

Hal tersebut juga dialami tidak hanya untuk harga telu ayam negeri aja, telur lainnya juga mengalami kesamaan dan perbedaan harga, namun tetap perbedaan tersebut tidak terlalu mencolok paling hanya beda Rp 500 perak sampe Rp 1000 perak. (Jy-71)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: