Besok Hari Raya Nyepi, Jaringan Internet Akan Diputus!

POSTKETIGA.COM – Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada esok hari, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya hanya jaringan radio dan televisi yang dimatikan, kali ini jaringan internet juga akan dimatikan.

Khusus tahun ini ada seruan bersama dari majelis agama dan keagamaan di Bali agar selama Nyepi pihak provider diharapkan untuk mematikan layanan internet. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kehusyukan hari Raya Nyepi. Kebijakan ini hanya berlaku di Bali saja.

Hari Raya Nyepi bukan hanya hari raya umat agama biasa, lebih dari itu hari raya nyepi menjadi ritual tahunan para penganut Hindu khususnya di Bali. Ritual suci yang mewajibkan para penganutnya untuk tidak melakukan aktivitas keduniawian.

Pemerintah mendukung seruan tersebut, melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, menghormati seruan tersebut. Rudiantara mengeluarkan surat edaran agar seluruh Penyelenggara Telekomunikasi yang menyediakan layanan akses internet di Provinsi Bali untuk melakukan langkah-langkah dalam mendukung seruan bersama.

Selain diputusnya jaringan radio, televisi, dan internet, pihak Angkasa Pura juga akan menutup Banadara, begitu pula dengan pihak ASDP yang akan menutup pelabuhan pada saat Nyepi.

Sebelumnya senator DPD RI dalam akun medsosnya masing-masing saling bertentangan dengan kebijakan pemutusan jaringan internet. Gede Pasek berpendapat tidak semua yang tinggal di Bali beragama Hindu, sehingga menyebut PHDI Bali overdosis dalam beragama. Namun disisi lain Arya Wedakarna justru mendukung kebijakan majelis-majelis agama.

Dampak dari adanya kebikajan pemutusan jaringan internet adalah masyarakat pendatang dan non Hindu lebih memilih keluar Bali agar bisa menikmati jaringan Internet. Hal tersebut terbukti dengan padatnya pengantri di Pelabuhan Gilimanuk yang akan melakukan penyebrangan ke Pulau Jawa.

Sekilas Informasi, ritual ibadah nyepi akan berlansung pada  hari Sabtu 06.00 wita sampai Minggu 06.00 wita. Sebelumn melakukan ibadah   nyepi biasanya ada pameran ogoh-ogoh keliling jalan sebagai ciri khas kebudayaan Bali. Selain itu juga setelah ibadah nyepi ada sebagian masyarakat adat yang melakukan ritual tradisi omed-omedan. Diamana muda-mudi akan dikumpulkan disebuah lapangan untuk melakukan ciuman. (Jaya)*

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: